Selamat datang di blog sederhana ini

Jumat, 14 Mei 2010

PUTRA TUKANG LAS JADI DUTA BANGSA




Ditulis Oleh Bagian Penerangan AAL   
Rabu, 04 Maret 2009

ImageBanyak orang yang beranggapan bahwa para  Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) adalah anak-anak pejabat, perwira tinggi, dan pengusaha sukses yang akan berprestasi atau setidaknya mendapat perhatian yang lebih dari lembaga pendidikan ini. Tapi ternyata semua itu salah, jabatan, kedudukan, dan kekayaan orang tua tidak menjamin anaknya akan sukses atau berhasil. Ini dibuktikan oleh Sersan Mayor Satu Kadet (Sermatukad) Marinir Puji Wahdini, yang sekarang ini mewakili AAL, TNI AL dan menjadi duta bagi Indonesia di Jepang. Dia adalah anak dari Jufri Sidik (alm) yang dulunya hanyalah seorang buruh tukang las keliling, dan ibunya bernama Yatina 
sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga.
Sermatukad (Mar) Puji Wahdini adalah anak ke empat dari lima bersaudara  adalah jebolan SMA 1 Prabumuli Palembang ini memang mempunyai kelebihan di banding dengan teman seangkatannya. Disamping jago bahasa Inggris juga menjabat sebagai Komandan Resimen (Danmen) Kadet, jabatan impian bagi seluruh kadet di AAL.
 “Saya tidak pernah bermimpi ke luar negeri apalagi bisa menjadi duta bagi bangsa ini. Saya sangat senang dan ini adalah suatu kesempatan,  tantangan dan kepercayaan yang harus saya jaga dengan sebaik-baiknya. Ini adalah hasil kerja keras dan berkat doa ibu dan seluruh keluarga yang ada di kampung,”ujarnya saat dilepas Gubernur AAL.
 AAL mengirim satu orang kadet ke Jepang untuk mengikuti seminar International Cadets Confrence di Akademi Angkatan Laut Jepang yang berlangsung tgl 04 hingga12 Maret. Materi yang akan disampaikan antara lain masalah keamanan di Asia Timur, kehadiran senjata dalam mengontrol problem masa depan, dan pengaruh perkembangan ilmu dan tekhnologi pada militer, ujar Gubernur AAL Laksda TNI Moch. Jurianto, S.E.
 “Proses seleksi pengiriman ini sangat ketat dan selektif,  lembaga pendidikan AAL tidak pernah membeda-bedakan ini anaknya siapa dan asalnya dari mana, kita perlakukan semua sama. Kita punya komitmen,  bahwa hanyalah yang terbaik yang berhak mendapatkan prestasi dan penghargaan,” terang Laksda TNI Moch. Jurianto, S.E.  

sumber : http://www.aal.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=92&Itemid=2




Tidak ada komentar:

Posting Komentar